Dunia Penerbitan, Teknologi, dan Lingkungan


Sudah lama saya ingin berbicara tentang dunia penerbitan beserta hubungannya dengan perkembangan teknologi dan lingkungan. Kebetulan hari ini (19/10/2012) ketika membuka halaman situs VOA Indonesia, saya menemukan sebuah artikel yang menarik berjudul “Setelah 79 Tahun, Majalah Newsweek Hentikan Edisi Cetak” jadi saya memutuskan untuk membuat tulisan ini.

Artikel dari VOA Indonesia tersebut menceritakan tentang keputusan majalah mingguan Newsweek untuk menghentikan edisi cetak dan beralih ke format digital pada awal 2013 setelah terbit hampir 80 tahun. Salah satu penyebabnya adalah orang-orang tidak mau lagi menunggu selama satu minggu untuk membaca analisis dan rangkuman berita, sedangkan lewat internet, berita-berita tersebut semakin cepat dan mudah untuk didapatkan dengan biaya yang bisa jauh lebih murah.

Ya, semakin pesatnya teknologi jaringan dan perangkat komunikasi elektronik telah memaksa para penerbit untuk beralih ke media online. Tetapi hal ini bukanlah hal yang buruk, justru sebaliknya, hal ini membawa kebaikan di beberapa bidang, salah satunya adalah lingkungan.

Masalah Lingkungan.

Mungkin sebagian besar dari kita telah banyak yang mengetahui bahwa kita tengah menghadapi masalah lingkungan yang sangat besar, dua diantaranya yakni pemanasan global dan perambahan hutan.

Pemanasan Global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan permukaan bumi yang kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia. Sebagian sinar matahari yang masuk ke Bumi seharusnya dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke luar atmosfer. Namun sebagian besar sinar matahari yang dipantulkan bumi tertahan dan dipantulkan kembali ke bumi oleh gas-gas rumah kaca tersebut sehingga menyebabkan suhu bumi menjadi lebih panas.

Ada dua cara untuk mengurangi pemanasan global yang sedang terjadi ini,yaitu dengan mengurangi produksi gas rumah kaca dan mengurangi kadar gas rumah kaca di udara.

Salah satu gas rumah kaca yang banyak terdapat di udara adalah karbon dioksida. Cara yang paling mudah untuk mengurangi kadar karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi karena pohon menyerap karbon dioksida di udara dan menyimpannya dalam kayu.

Masalahnya tingkat perambahan hutan untuk produksi, pertanian dan perkebunan maupun perumahan di seluruh dunia telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Hal ini selain mengurangi jumlah pohon yang mampu menyerap karbon di udara juga mengakibatkan berkurangnya habitat flora dan fauna liar yang dapat mengakibatkan kepunahan flora dan fauna tersebut.

Hubungan Dunia Penerbitan, Teknologi, dan Lingkungan.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, perkembangan teknologi memaksa dunia penerbitan terutama media berita cetak untuk mulai meninggalkan media kertas dan beralih ke format digital. Hal ini berarti jumlah pohon yang ditebang untuk dijadikan bahan pembuat kertas juga akan berkurang. Emisi karbon dioksida pun dapat dikurangi akibat dari pengurangan dalam transportasi, seperti transportasi kayu dari hutan ke pabrik kertas, transportasi kertas dari pabrik kertas ke percetakan, dsb.

Selain itu masalah sampah/limbah kertas dan zat kimia yang terkandung di dalamnya juga dapat dikurangi.

 

*****

Saya bukannya anti terhadap penggunaan kertas untuk penerbitan. Karena walaupun telah banyak orang yang memiliki perangkat komunikasi canggih seperti: komputer, laptop, smartphone, maupun tablet pc masih banyak pula orang yang belum mendapatkan akses terhapat teknologi komunikasi terbaru sehingga masih memerlukan media massa konvensional seperti koran dan majalah.

Terus terang saya sendiri lebih memilih membeli dan membaca buku/novel dalam bentuk kertas dari pada dalam bentuk digital karena selain lebih enak untuk dibaca, juga bisa diwariskan dan digunakan sampai ratusan tahun bahkan mungkin ribuan tahun karena konten/isi dari buku/novel yang biasanya berupa teori atau cerita yang menarik sehingga bisa dinikmati, dipelajari dan digunakan siapa saja baik pada masa lampau, masa kini, maupun masa yang akan datang, tidak terbatas pada suatu masa tertentu.

Berbeda dengan koran, tabloid, atau majalah yang isinya biasanya berupa berita/informasi tentang kejadian-kejadian yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu  sebelum berita itu ditulis yang hanya menarik untuk dibaca hanya sampai sesaat setelah berita/informasi itu ditulis. Sehingga sering kali koran, tabloid, atau majalah tersebut berakhir menjadi sampah yang mencemari lingkungan.

Jadi, kita perlu menyambut baik upaya-upaya dari berbagai media catak berita untuk mulai beralih ke format digital karena akan berdampak positif bagi lingkungan.

Advertisements

One thought on “Dunia Penerbitan, Teknologi, dan Lingkungan

  1. Pingback: Dunia Penerbitan, Teknologi, dan Lingkungan « Kontes Ngeblog VOA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s